Untitled

Menjelang pengumuman S2 Unpad, hati saya jadi mellow banget. Abis-abisan.

Iya, saya pengen kuliah.

Tapi saya nggak pengen jauh dari suami saya.

Saat ini, saya cuma pengen selalu dekat dengannya.

Tapi pekerjaan berkata lain. Si mas hampir setiap hari pulang sampai jam 11 malam, kadang sampai pagi.

Setiap ia datang saya menyambutnya dengan suka cita.

Kangen.

Saya suka melihat wajahnya saat ia tidur. Saat ia khusuk shalat. Saat ia makan. Saat ia bercengkrama dengan si kecil Alfath. Saat habis mandi. Setiap saat yang saya inginkan adalah menatapnya. Seakan saya akan begitu lama tidak akan melihatnya.

Pernah suatu maghrib selesai shalat, ia akan kembali berangkat ke kantor untuk menunaikan lembur sampai pagi, saya mengecup pipinya, saya tahu ia berat meninggalkan kami. Saya pun berat melepasnya.

Saya berbisik; “Abi kerja yang rajin ya, cari uang yg banyak biar bisa sering nengokin umi sama alfath”

Lalu suami saya menjawab, “Umi jangan ngomong gitu, abi sedih…”

And then… (nulisnya aja bikin mata saya basah)

Ya Allah, kuatkan kami

Jika ini memang baik menurutMu, mudahkanlah

Tapi jika ini bukan yang terbaik menurutMu, berikanlah kami keikhlasan dan ganti yang lebih baik.