Watch Your Mouth

You-Are-What-You-Think1

Rabu sore yang produktif. Bisa nulis beberapa postingan yang sebenarnya udah beberapa minggu memenuhi kepala saya 🙂

Hampir setiap weekend saya pulang ke Jakarta untuk nengok Alfath. Dan Baraya menjadi alternatif utama saya karena murah (promo mahasiswa hanya 50rb!) dan poolnya di Blok M, gampang aksesnya dari rumah.

Nah, jumat minggu lalu seperti biasa saya pulang ke Jakarta usai kuliah. Perjalanan ke Jakarta lancar, walaupun terkendala kemacetan. Kami yang di mobil lumayan gelisah karena pengen cepat-cepat sampai di tujuan. Nah, tinggal beberapa meter menuju pool, tiba-tiba sopir menghentikan mobilnya di depan warung. Lalu dia pesan nasi bungkus di warung itu. Hmm, ga sopan memang. Tapi mungkin dia kelaparan karena ga sempat makan siang. Penumpang laki-laki yang duduk di belakang saya langsung bilang,” Brengsek ni orang. Dikira mobil nenek moyangnya!”. Lalu penumpang yang lain ikut mengaminkan ucapannya, ikut-ikutan bersungut-sungut dan mengeluarkan sumpah serapah yang sangat tidak enak didengar telinga.

Begitu mudah orang berkata kasar. Ucapan ‘brengsek’ sudah sangat kasar menurut saya.

Lepas dari travel Baraya, saya kemudian menyambung perjalanan dengan Metromini 72. DI belakang saya duduk dua ABG perempuan. Layaknya anak ABG pada umumnya, seru sekali mereka bercerita. Tentang kuliah, tentang cowok, tentang gosip temannya. Satu hal yang agak mengganggu saya, begitu mudah mereka mengucapkan,”Bego lu, PA lo, banyak dosa lo, anj*ng lo”. Saya rasa masih banyak pilihan kata-kata lain yang lebih santun untuk bercanda.

Itu di dunia nyata. Di dunia maya juga banyak ditemukan orang membuat status atau tweet, atau apalah dengan kata-kata yang kasar, kotor, jorok, nyerempet. Ada pepatah yang mengatakan “Don’t judge a book by its cover”. Kalo buku sih iya, nah kalo hanya kata-kata kasar yang terampil diucapkan seseorang, perlu dipertanyakan bagaimana isi otaknya. Orang yang keseharian berkata sopan tapi dengan mudah berkata kasar di sosmed pun patut dipertanyakan.

Ada satu cerita lagi. Tetangga saya punya cara yang ‘unik’ dalam mendidik anaknya. Unik dalam tanda kutip yang menjurus ke negatif. Anak umur 4 tahun setiap hari dihujani dengan cacian, makian, sumpah serapah dan pukulan. Bahkan sampai bilang,”Gue bunuh lo!”. MasyaAllah….

Jadi… apa inti tulisan ini? Ga ada. hehe. Saya cuma sekedar bercerita aja. Saya heran, begitu mudah orang jaman sekarang panas hatinya, dan baru sedikit panas saja sudah langsung mengeluarkan kata-kata kasar. Semoga kita terhindar dari hal-hal yang demikian 🙂

Jangan Buang Waktu Walau Hanya Sedetik

hour-glass

Bagi yang suka searching resep di google, pasti deh suka ‘nyasar’ ke blog Keluarga Nugraha. Pernah baca postingan teman di fb tentang Astri Nugraha, sang pemilik blog itu. Beliau adalah seorang ibu beranak 4, tinggal di Australia, memiliki bisnis catering dan ga punya asisten rumah tangga lho! Hebat!

Nah, kemudian saya baca artikel ini. Ada satu poin yang menurut saya sangat sangat wow, yaitu petikan wawancara berikut ini:

Mbak Astri tinggal jauh dari keluarga, tapi bisa mengurus 4 anak seorang diri dan punya bisnis pula. Bagaimana mengatur waktunya?

Saya punya prinsip: bangun sepagi mungkin, tidur semalam mungkin, dan jangan buang waktu walau hanya sedetik. Lima menit saja, bisa kita pakai untuk bermacam hal: menyiapkan makanan untuk anak atau membersihkan toilet atau mengepel 2 ruangan. Bayangkan, itu baru 5 menit … bagaimana dengan 1 jam? 🙂

Mungkin juga karena anak saya banyak, jadi rasanya selalu bersaing dengan waktu. Mau istirahat sedikit, takut pekerjaan langsung numpuk. Jadi, biasanya begitu anak-anak tidur siang, saya langsung tancap gas beberes rumah atau masak.

 

Wow! Merasa tersindiiiiir banget. Jangan buang waktu walau hanya sedetik. Luar biasa sekali prinsip hidupnya 🙂

Bismillah. Saya mau mengurangi kegiatan tidak perlu. Saya mau lebih rajin dan mengurangi malas-malasan. Saya mau mengurangi ngenet yang tidak penting. Saya mau mengurangi akses ke sosmed, mungkin akan lebih sering nulis di blog ini karena rasanya akan lebih berguna kalau terdokumentasikan disini :).

Bismillah 🙂

 

Pesan untuk Para Perempuan yang Akan dan Sudah Menikah

tumblr_ly863oeqnr1ql04weo1_1280Yang ini copas dari postingan di blognya Noveria Dwiyandari 🙂

Pesan yang saya yakin betul kebenarannya, karena memang ketiganya sangat masuk akal. Berikut kira-kira pesan beliau (dalam kalimat saya sendiri):

  1. Lakukanlah kegiatan kecil seperti membenarkan kerah baju suami, atau membenarkan posisi dasi suami.
  2. Buatlah sambal andalan, yang akan selalu diingat dan dikangeni oleh suami saat dia makan di luar atau berada di luar rumah.
  3. Jangan pernah malu untuk meminta lebih dulu dalam urusan ranjang.

Hal-hal kecil dan sederhana yang dilakukan istri seperti membenarkan kerah baju suami, atau memasangkan dasi suami tentu saja akan sangat membekas. Ini bukan hanya soal hal yang sepele, melainkan menunjukkan sebuah perhatian yang nyata, kecil, sering, dan sederhana. Tentu saja bukan hanya itu, hal-hal mudah seperti memberikan pelukan, ciuman, membelai rambut, atau mencium tangan sehabis sholat, pastinya akan terasa menyenangkan dan membuat nyaman. Jangankan bagi suami yang menerima perlakuan itu, istri yang melakukan juga akan merasa senang. Suami akan merasa disayangi, diperhatikan dan nyaman berada di rumah. Bukankah istri juga akan senang kalau merasa dirinya disayangi dan diperhatikan. Vice versa lah…

Biasanya suami kan bekerja dan pada jenis pekerjaan tertentu memungkinkan suami untuk sering makan di luar atau dinas luar. Nah, kalau saja istrinya bisa membuat sambal andalan yang rasanya maknyus, tentu saja aktifitas makan di luar-nya suami akan terasa kurang, karena gak ada sambal buatan sang istri. Tentu saja berlaku analogi, maksudnya tidak harus sambal, karena akan jadi tidak berlaku bagi suami yang gak doyan pedas. Maksudnya disini adalah istri harus mempunyai ‘sesuatu’ yang akan selalu dikangeni oleh suami pada saat dia tidak di rumah. Biasanya memang tentang makanan, karena percayalah, urusan lidah dan perut sangat tidak bisa diabaikan. Maka beruntunglah para suami yang mendapatkan istri yang jago dan rajin masak buat keluarga. Buat para istri, ayo belajar masak! Kadang semangat kita memang pasang surut, tapi yakin saja bahwa Allah pasti melihat niat dan usaha keras kita. Semoga saja diberkahi 🙂
Terakhir urusan ranjang, yang juga bukan urusan sepele. Urusan ranjang bukan cuma urusan laki-laki, bukan cuma kebutuhan suami. Kata Mamah Dedeh, istri gak usah muna deh, wong sama-sama butuh juga kok. Kalau istri hanya menunggu, yang mungkin karena malu, maka suami akan merasa kurang dibutuhkan. Makanya istri jangan malu untuk minta duluan, dengan begitu suami akan merasa dibutuhkan, merasa sama, dan kepercayaan dirinya akan meningkat. Kira-kira begitu…

Jika Saya Mati Esok Hari

green-marine

Wew… serem amat yak judulnya…

Iya. Kematian memang menyeramkan. Tapi kematian itu begitu dekat. Kematian pasti menimpa kita. Bisa 5 tahun lg, bulan depan, atau beberapa menit lagi. Saya abis baca2 blog almarhumah teman saya, Noveria Dwiyandari.

Ga kebayang gimana rasanya jadi suaminya. Setelah dulu mbak Tiwi meninggal, sekarang Dwi juga sudah meninggal. Sungguh rahasia Allah. InsyaAllah ini yg terbaik menurut-Nya.

Saya jadi berkaca pada diri saya sendiri. Sudah beberapa teman kuliah yang meninggal di usia muda. Maka bisa jadi, selanjutnya giliran saya.

Sudah siapkah saya menghadapi kematian?

Sudah baikkah ibadah saya?

Sudah khusukkah shalat saya?

Sudah banyakkah hapalan Quran saya?

Sudah sempurnakah saya menutup aurat saya?

Sudahkah saya menjadi istri yang baik?

Sudahkah saya menjadi ibu yang baik?

Sudahkah saya menjadi anak dan menantu yang berbakti?

Sudahkah saya membahagiakan orang tua saya?

Sudahkah saya jadi orang yang berguna?

Sudahkah ilmu yang saya miliki bermanfaat bagi orang lain?

dan berbagai macam pertanyaan lainnya, yang saya tahu pasti jawabannya: Belum.

Ya Allah, jika sudah saatnya aku mati, matikan aku dalam keadaan khusnul khotimah…

Kutunggu Kedatangan Kalian di Kota Ini :)

Monumen Perjuangan Rakyat. Letaknya pas di depan kosan. Jangan percaya tampilan di foto yah, terlalu fotogenic :D

Monumen Perjuangan Rakyat. Letaknya pas di depan kosan. Jangan percaya tampilan di foto yah, terlalu fotogenic 😀

Bandung. Sudah dua bulan saya sendirian disini, terpisah jarak 128 km dengan Alfath di Jakarta, dan 1.081 km dengan Abi di Pekanbaru.

Kemarin Abi mengabarkan kalau surat pengajuan titipan sudah dibuat oleh Kabag TU, tinggal dikirim ke pusat. Kabar yang menggembirakan. Rasanya ga sabar menunggu kedatangan mereka kesini, memulai hidup baru bersama mereka di Kota ini 🙂

Hanya Allah-lah tempat meminta supaya semuanya dimudahkan, bukan yang lain.

Ngebayangin bakal survei rumah kontrakan, survei harga perabot, survei penitipannya Alfath, waaah… senangnya…

Ehem, jangan terlalu gembira dulu deh, takut kecewa. Tapi tetep berdoa memohon sama Allah, supaya dimudahkan semuanya. Aamiin

Gasibu ke arah gedung sate, persis di depan kosan juga. Kalo minggu pagi berubah jadi pasar kaget. Ga sabar pgn jalan2 disini sama Alfath dan Abi :)

Gasibu ke arah gedung sate, persis di depan kosan juga. Kalo minggu pagi berubah jadi pasar kaget. Ga sabar pgn jalan2 disini sama Alfath dan Abi 🙂

*SUntuk di sela2 persiapan UTS. Males bawel di sosmed malah pindah ke blog. Dikit2 ditulis, dikit2 ditulis 😀

Tentang Hijab Lagi

6574744877_79bea28caa_m

Lihat gambar di atas… ah romantis banget… jd inget sama suami yg 1.081 km nan jauh disana.

Saya di Bandung, di kampus yang penuh dengan darah muda dan anak muda yang sedang mekar-mekarnya.

Agak jarang menjumpai wanita berhijab lebar disini. Lebih mudah melihat wanita berpakaian super ketat.

Saya sebagai perempuan, risih sekali melihatnya. Berpakaian tapi kita bisa menebak ukuran dadanya. Berpakaian tapi kita bisa melihat dengan jelas lekuk pinggulnya. Berpakaian tapi terlihat keindahan kaki rampingnya. Mungkin ini yang dinamakan berpakaian tapi telanjang -__-“. Semoga Allah berikan hidayah kepada mereka…

Saya ga bermaksud mengkritik siapa2 melalui tulisan ini. Just sayin aja…

Sudah setahun belakangan saya menghindari celana panjang sebagai bawahan luar. Kenapa? Kalau saya perhatikan beberapa wanita berhijab yang mengenakan celana panjang, bikin risih juga. Apalagi celananya model sekarang yg super ngetat. Walaupun biasanya dipadukan dengan atasan model loose/longgar, tapi tetep aja, terlihat dengan jelas lekuk betis dan pahanya. Saya ga pengen seperti itu. Saya ingin suami saya saja yang melihat keindahan saya.

Saya punya celana longgar. Dulu saya sering pakai celana ini dipadukan dengan blus longgar yang panjangnya selutut atau di bawah lutut. Sempat terpikir untuk memakainya lagi, namun setelah berkaca, hilang rasa ingin itu. Kenapa? Saya merasa, walaupun mengenakan blus panjang, tapi kalau dipadukan dengan celana panjang longgar, tetap saja lekuk pinggul jadi terlihat jelas. Yah, akhirnya, celana panjang longgar itu tetap saja jadi celana dalaman :D. Sering dibilang kayak orang hamil, ya diaminkan saja. hehe.

Sekarang saya nyaman mengenakan khimar atau bergo super lebar, dengan rok longgar dan kaos kaki. Kontras dengan keadaan lingkungan saya. Kadang terasa ada lirikan aneh pada diri saya, well tapi saya tetap merasa nyaman kok. Ini untuk menjaga kehormatan saya sebagai seorang wanita dan istri 🙂

Ratu Saskia selalu cantik dengan hijab lebarnya kan? :)

Ratu Saskia selalu cantik dengan hijab lebarnya kan? 🙂

ini Bunda Deanara. Cantik kan? Suka deh liat gaya hijabnya di Instagram :)

ini Bunda Deanara. Cantik kan? Suka deh liat gaya hijabnya di Instagram 🙂

Si imut cantik Sarah Gumelar. Hasil follow Instagram juga :D

Si imut cantik Sarah Gumelar. Hasil follow Instagram juga 😀

Ghaida Tsurayya putri Aa Gym. Lebih berani dalam hal gaya. Suka juga :)

Ghaida Tsurayya putri Aa Gym. Lebih berani dalam hal gaya. Suka juga 🙂

Renungan Untuk Orang Tua

ayah-anak2

Ada beberapa artikel bagus yang bisa jadi renungan buat orangtua nih, diantaranya ini:

1. Ibu/Ayah, jangan risau apa yg belum bisa kulakukan, lihatlah apa yg sudah bisa kulakukan, lihatlah lebih banyak kelebihanku……

 2. Ibu/Ayah aku memang belum bisa berhitung, tapi lihatlah aku bisa beryanyi & selalu tersenyum ceria..

 3. Ibu/Ayah, jangan keluhkan aku tidak bisa diam, lihatlah energiku ini, bukankah kalau aku jadi pemimpin aku butuh energi sebesar ini

 4. Ibu/Ayah jangan kau bandingkan aku dengan anak lain, lihatlah aku tidak pernah membandingkanmu dengan orang tua yg lain, aku hanya satu

 5. Ibu/Ayah, jangan bosan dengan pertanyaan2ku, lihatlah besarnya rasa ingin tahuku, aku belajar banyak dari rasa ingin tau…

 6. Ibu/Ayah jangan bentak2 aku, lihatlah aku punya perasaan, seperti engkau juga memilikinya, aku sedang belajar memperlakukanmu kelak…

 7. Ibu/Ayah, jangan ancam2 aku, seperti engkau juga tidak suka diancam orang lain, lihatlah aku sedang belajar memahami keinginanmu

 8. Ibu/Ayah, jangan lihat nilaiku yang rata2 atau biasa saja, lihatlah aku mengerjakannya dengan jujur lihatlah aku sudah berusaha

9. Ibu/Ayah, aku memang belum bisa membaca, namun lihatlah aku bisa bercerita, pada saatnya aku akan bisa, aku butuh engkau percaya..

 10. Ibu/Ayah, aku memang kurang mengerti Matematika, tapi lihatlah aku suka berdoa, dan aku senang sekali mendoakan yang terbaik untukmu..

 11. Ibu/Ayah, aku memang banyak kekurangan, tapi aku juga punya kelebihan, bantu aku, agar kelak kelebihanku berguna bagi sesama..

 12. Ibu/Ayah, hubungan kita sepanjang Zaman, bantu aku mengenalmu dengan cara aku belajar bagaimana engkau mengenalku…

 13. Ibu/Ayah, aku ingin mengenangmu sebagai yang terbaik, ajari aku dengan melihat yang terbaik dariku, sehingga aku bangga menyebut Namamu ..

 14. Ibu/Ayah, semoga kita punya cukup waktu untuk saling mengenal dan memahami, aku belajar melihatmu dari cara engkau melihatku

dan ini…

Anak suka berdusta ; anda terlalu ketat mengevaluasi perbuatannya.

 Anak tidak punya rasa percaya diri ; anda tidak memberikan dorongan kepadanya.

 Anak lemah dalam bicara ; anda jarang mengajaknya berdialog.

 Anak mencuri ; anda tidak membiasakannya untuk memberi dan berkorban.

 Anak pengecut ; anda terlalu memberikan pembelaan kepadanya.

 Anak tidak menghormati orang lain ; anda tidak bicara dengan kelembutan kepadanya.

 Anak selalu marah-marah ; anda tidak memberikan pujian kepadanya.

 Anak pelit ; anda tidak menyertakannya dalam berbuat.

 Anak suka jahat kepada orang lain ; anda kasar kepadanya.

 Anak lemah ; anda menggunakan ancaman dalam mendidiknya.

 Anak cemburu ; anda mencuekkannya.

 Anak mengganggu orang tua ; anda tidak mencium atau mendekapnya.

 Anak tidak mau patuh kepada orang tua ; anda terlalu banyak permintaan.

 Anak cemberut ; anda sibuk terus.

 Anakmu adalah amanah yang harus dirawat dan dididik dengan baik.

 (DR. Thariq al Habib)

yang ini lebih pas untuk seorang anak sih, kata hati orgtua…

Anakku…
ketika aku semakin tua,,
aku berharap kamu memahami dan memiliki kesabaran untukku

suatu ketika aku memecahkan piring,
atau menumpahkan sup diatas meja, karena penglihatanku berkurang
aku harap kamu tidak memarahiku
orang tua itu sensitif,,,
selalu merasa bersalah saat kamu berteriak

Ketika pendengaranku semakin memburuk,
dan aku tidak bisa mendengar apa ayang kamu katakan,
aku harap kamu tidak memanggilku “Tuli!”
mohon ulangi apa yang kamu katakan atau menuliskannya
Maaf, anakku… aku semakin tua

Ketika lututku mulai lemah,
aku harap kamu memiliki kesabaran untuk membantuku bangun
seperti bagaimana aku selalu membantu kamu saat kamu masih kecil, untuk belajar berjalan
aku mohon, jangan bosan denganku

Ketika aku terus mengulangi apa yang ku katakan,
seperti kaset rusak
aku harap kamu terus mendengarkan aku
tolong jangan mengejekku, atau bosan mendengarkanku
apakah kamu ingat ketika kamu masih kecil
dan kamu ingin sebuah balon?
kamu mengulangi apa yang kamu mau berulang-ulang
sampai kamu mendapatkan apa yang kamu inginkan.

Maafkan juga bauku…
tercium seperti orang yang sudah tua
aku mohon jangan memaksaku untuk mandi
tubuhku lemah…..
Orang tua mudah sakit karena mereka rentan terhadap dingin
aku harap aku tidak terlihat kotor bagimu…
apakah kamu ingat ketika kamu masih kecil?
aku selalu mengejar-ngejar kamu… karena kamu tidak ingin mandi
Aku harap kamu bisa bersabar denganku,
ketika aku selalu rewel
ini semua bagian dari menjadi tua,,
kamu akan mengerti ketika kamu tua

Dan jika kamu memiliki waktu luang,
aku harap kita bisa berbicara
bahkan untuk beberapa menit
aku selalu sendiri sepanjang waktu
dan tidak memiliki seorang pun untuk diajak bicara
aku tahu kamu sibuk dengan pekerjaan
Bahkan jika kamu tidak tertarik dengan ceritaku
aku mohon berikan aku waktu untuk bersamamu
apakah kamu ingat ketika kamu masih kecil?
aku selalu mendengarkan apapun yang kamu ceritakan tentang mainanmu

Ketika saatnya tiba…
dan aku hanya bisa terbaring, sakit dan sakit
aku harap kamu memiliki kesabaran untuk merawatku
MAAF…….
kalau aku sengaja mengompol atau membuat berantakan
aku harap kamu memiliki kesabaran untuk merawatku,
selama beberapa saat terakhir dalam hidupku
aku mungkin tidak akan bertahan lebih lama

Ketika waktu kematianku datang
aku harap kamu memegang tanganku
dan memberikanku kekuatan untuk menghadapi kematian
dan jangan khawatir, ketika aku bertemu dengan Sang Pencipta
aku akan berbisik pada-Nya
untuk selalu memberikan berkah padamu
karena kamu mencintai, ibu dan ayahmu…

Terima kasih atas segala perhatianmu, nak…
kami mencintaimu dengan kasih yang berlimpah