Friends Forever

:)

Foto ini dibuat sebelum kami riweuh dengan tesis 🙂

Revisi tesis udah selesai, tinggal hutang jurnal yang belum lunas. Dan pagi ini saat buka laptop langsung kepikiran lagu Friends Forever (Graduation)-nya Vitamin C. Dan olalaaa langsung mellow seketika hati saya…

Teman, saya masih ingat satu hari di Agustus 2013 itu. Kita berdua puluh mungkin ada yang sudah saling kenal, namun masih terasa kikuk pertemuan kita itu. Kepala kita sama-sama berasap mencerna materi kuliah statistik yang sudah bertahun-tahun tidak kita sentuh. Belajar bersama, diskusi bersama, mencontek tugas bersama, dan insyaAllah sebentar lagi kita akan wisuda bersama. Aamiin. Semangat yang belum sidang, semoga dimudahkan Allah 🙂

Kampus kita penuh dengan kejutan dan miskomunikasi. Mungkin saat mengalaminya kita kesal setengah mati, tapi saat semua itu sudah berlalu, kita hanya bisa tertawa-tawa geli mengingatnya.

Teman satu kosan: Riny, Mbak Tika, Kak Liza. Bakal kangen masa2 makan pagi, siang dan sore bareng. Kak Liza yang makannya sedikit dan saya akan dengan senang hati membantu menghabiskan makanannya. Hehe. Bakal kangen masa2 ngumpul di kamar kak Liza untuk diskusi tugas kuliah, diskusi tentang suami dan anak, baju, ah pokoknya segala yang terlintas di pikiran kami saat itu. Oia kadang Esti, anak reguler wong jogja yang tinggal di Palembang dan kerja di Babel juga sering ikut dalam diskusi kami itu. Salut ih sama Esti, semangatnya keren. Bayangin dia S1nya jurusan ekonomi pertanian trus disuruh S2 statistik. Kami aja ngebul apalagi dia. Hehe

Kurang lebih 3 minggu lagi euy. Tiga minggu yang akan terasa singkat sekali bagi saya namun terasa bagai tiga abad bagi suami saya. Hahaha.

Sahabat. Terasa sekali maknanya bagi saya. Bukan sahabat namanya jika hanya datang saat ia butuh. Sahabatlah yang menghampiri kita tanpa kita minta. Saat bapak mertua meninggal beberapa hari sebelum seminar tesis, terasa sekali perhatian teman2 saya. Ada yang membantu mencarikan dan bayarin dulu tiket pesawat untuk suami saya, ada yang bantu mencarikan tiket kereta api untuk saya. Bahkan dukungan moral berupa ucapan bela sungkawa pun terasa sangat berharga saat itu.

Begitu juga saat akan sidang. Seneng gitu rasanya pas ada teman jauh yang ikut menyemangati dan mendoakan. Selesai sidang juga. Senang sekali saat beberapa teman nun jauh di sana mengucapkan selamat karena lulus sidang. Ah, kalianlah sahabat yang sebenarnya 🙂

Keep in touch yah temans. Semoga sukses di dunia dan akhirat. I’ll be missing you! 🙂

2 thoughts on “Friends Forever

  1. Akhirnya gw nemu blog lo ndah,,, gegara mati gaya di rumah jadinya ngubek-ngubek internet malah nemu ayang-uyang punya lo… Surprise lo yg nulis apalagi nama gw disebut-sebut…:-P
    I’ll miss u too… Biarpun kita dah ga bareng lg setelah wisuda nanti moga silaturahmi kita tetap terjaga..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s